PEMBENTUKAN ASEAN
Nama kelompok :
Fitri Nur Indah Sari
Nabilatul Hasanah
Pebrintina Herawati Fransiska
Simarmata
Tesalonika Putri
Eklesia Tarigan
Kelas:
B Reguler 2016

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kepada
Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nafas kehidupan kepada penulis dan
telah menolong hambaNya menyelesaikan Mini Riset ini yang berjudul “Pembentukan
ASEAN” dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolonganNya mungkin penulis tidak akan
sanggup menyelesaikan dengan baik. Dan tidak lupa ucapan terima kasih kepada
bapak arfan diansyah sebagai dosen pengampu yang
telah memberikan tugas ini kepada penulis, sebagai pelatihan dan penambahan
wawasan, serta berbagai pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan
tugas ini dengan baik.
Adapun
mini riset ini disusun untuk memenuhi salah satu mata kuliah sejarah asia
tenggara , yang mana materi yang saya bahas berdasarkan apa yang diketahui penulis dan
mungkin dalam penyususnannya masih kurang tepat.
Pada kesempatan ini penulis
menyampaikan terima kasih atas perhatiannya terhadap Mini Riset ini . Penulis
berharap semoga Mini riset ini bermanfaat bagi diri penulis dan kepada para
pembaca. Penulis yakin bahwa Mini Riset ini masih jauh dari kesempurnaan , kritik dan
saran dari pembaca sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis mohon maaf atas
segala keterbatasan, kekurangan dan kesalahan penulis dalam penyusunannya.
Medan, November 2017
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar .............................................................................................. i
Daftar
isi........................................................................................................ ii
BAB
I Bagian Awal ..................................................................................... 1
..... a. Latar belakang ................................................................................... 1
..... b. Metodologi penulisan ........................................................................ 1
BAB
II Pembahasan..................................................................................... 2
..... a. Awal Terbentuknya ASEAN.............................................................. 2
b.
Latar Belakang Terbentuknya ASEAN.............................................. 3
c.
Tujuan Dibentuknya ASEAN............................................................. 4
BAB III Penutup.......................................................................................... 7
a. Kesimpulan......................................................................................... 7
b. Saran .................................................................................................. 7
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Salah satu
bentuk kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok negara dalam wilayah tertentu
biasa disebut kerja sama regional, salah satu bentuk kerja sama itu ialah
ASEAN. ASEAN adalah satu perkumpulan negara-negara di kawasan Asia tenggara
yang saling bekerja sama.
B.
Metodologi
penulisan
Pengumpulan data yang sayan lakukan dalam membuat
penulisan ini yaitu dengan studi pustaka, dimana saya mengambil beberapa judul
buku yang berkenaan dengan materi yang akan saya tulis.
BAB
II
PEMBAHASAN
Pembentukan ASEAN
1)
Awal
Terbentuknya ASEAN
(Gunawan,
2013 : 147 ) pada tanggal 5 Agustus 1967 sampai dengan 8 Agustus 1967 lima
negara dari Negara asia Tenggara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia,
Filipina, dan Thailand mengadakan pertemuan (konferensi) di Bangkok konferensi
tersebut menghasilkan suatu persetujuan yang disebut persetujuan Bangkok
tanggal 8 Agustus 1967. Persetujuan Bangkok tanggal 8 Agustus 1967 tersebut
bertujuan membentuk organisasi kerja sama antarnegara-negara Asia Tenggara yang
tidak bersifat politis dan militer. Organisasi kerja sam itu disebut ASEAN
singkatan dari Association of South East Asian Nations yang artinya
“Perhimpunan Banngsa-Bangsa Asia Tenggara” persetujuan Bangkok ini
ditandatangani oleh lima menteri luar negeri dan negara peserta konferensi,
yaitu :
a) H.
Adam Malik, Menteri Luar Negeri, Negara Indonesia
b) Tun
Abdul Razak, Menteri Luar Negeri, Negara Malaysia
c) S.
Rajaratnam, Menteri Luar Negeri, Negara Singapura
d) Narsisco
Ramos, Menteri Luar Negeri, Negara Filipina
e) Thanat
Khoman, Menteri Luar Negeri, Negara Thailand
Isi
deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:
a) Mempercepat
pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan
stabilitas regional.
b) Meningkatkan
perdamian dan stabilitas regional.
c) Meningkatkan
kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi,
sosial, politik, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
d) Memelihara
kerja sama yang erta di tengah-tengah organisasi regional dan internasional
yang ada.
e) Meningkatkan
kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan,dan penelitiandi kawasan Asia
Tenggara.
Brunei darusslam menjadi anggota pertama ASEAN di
luar ima negara pemkarsa. Brunei darusslam bergabung menjadi anggota ASEAN pada
tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari
kemerdekaannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru,
yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua
tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu
tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi
anggota ASEAN bersama dengan Myanmar, dan Laos, rencana tersebut terpaksa
ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu,
satu tahun kemudian kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada
tanggal 16 Desember 1998. Setelah kesemua negera di Asia Tenggara bergabung
dalam wadah ASEAN, sebuah negara kecil di tenggara Indonesia yang tak lain dan
tak bukan juga pecahan dari Indonesia yaitu Timor Leste memutuskan untuk ikut
bergabung menjadi anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara, meskipun
keanggotaannya belum dipenuhi.
(Wiharyanto, 2012 : 202) Sebelum ASEAN
berdiri, di Asia tenggara sudah ada organisasi-organisasi regional. Pada awal
tahun 1954 telah muncul Organisasi Pakta Asia Tenggara (SEATO), namun
negara-negara di Asia Tenggara yang terlibat baru Thailand dan Filipina. Pada
tanggal 31 Juli 1961 lahir Asia Tenggara (ASA) yang melibatkan Malaya,
Filipina, dan Muangthai, dalam rangka untuk mendorong kerja sama ekonomi dan
budaya.
ASA tidak berkembang karena perseteruan
di antara negara-negara anggota. Filipina mengaku memiliki Sabah di tahun 1962
yang akhirnya mematikan embrio dan asosiasi ini (Wiharyanto dalam M.Rajendran,
1985 : 15). Asosiasi lainnya dikenal sebagai Maphilindo (Malaya, Filipina, dan
Indonesia) dibentuk pada awal bulan Agustus 1963, tetapi pecah ketika Indonesia
melancarkan konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1964 (Wiharyanto dalam
J.A.C. Mackie, 1974 : 165), dan kemudian muncul ASEAN (1967) yang dapat
mewadahi tujuan-tujuan ASA dan Maphilindo.
2)
Latar
Belakang Terbentuknya ASEAN
ASEAN merupakan kerja sama negara-negara
di kawasan Asia Tenggara yang dibentuk berdasarkan Deklarasi Bangkok 8 agustus
1967. Pembentukan ASEAN didasarkan pada persamaan sejarah, persamaan nasib dan
persamaan kebudayaan diantara negara-negara di kawasan asia Tenggara dan tak
kalah pentingnya adalah letak persamaan geogarafisnya.
a) Persamaan
Letak Geografisnya.
Wilayah Asia Tenggara terletak
dilingkungan geografis yang sama, yaitu terletak antara Benua Asia dan benua
Australia dan antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, berdasarkan hal ini
maka dapat dikatakan bahawa Asia Tenggara merupakan suatu kawasan regional,
yaitu jazirah Asia tenggara dangkalan sunda.
b) Persamaan
dasar-dasar kebudayaan.
Kebudayaan
dan bahasa Melayu-Austronesia merupakan dasar kehidupan dan ppergaulan
bengsa-bangsa diwilayah Asia Tenggara mempunyai dasar-dasar budaya yang sama. Sebagian
besar kebudayaan bangsa-bangsa Asia tenggara menunjukkan ciri yang sama
diantaranya : penduduk yang hidup bercocok tanam padi (sawah atau huma),
rumah-rumah tradisional mereka dibuat berbentuk rumah panggung, bentuk kapal
dan perahu bercadik atau bersayap.
c) Persamaan
Sejarah
Negara-negara di kawasan Asia tenggara
telah mengalami nasib yang sama, yaitu menjadi daerah jajahan, Indonesia,
Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, merupakan daerah jajahan bangsa Eropa
dan Amerika, Muang Thai yang secara fisik tidak pernah dijajah pun sebenernya
mengalami nasib yang sama dengan Indonesia, Malaysia atau negara lain, karena
Muang Thai menjadi daerah pertemuan penagruh Prancis dan Inggris.
d) Persamaan
Kepentingan
Persamaan kepentingan merupakan dasar
utama terbentuknya suatu kerjasama antar bangsa, begitu juga dengan Asia
Tenggara sebagai suatu organisasi kerjasama regional Asia Tenggara.
Bangsa-bangsa di Asia Tenggara merasakan adanya kepentingan bersamaan dalam
memasarkan hasil-hasil tambang dan pertanian mereka sehingga perlunya dibentuk
wadah kerjasama antar bnagsa bsemaki penting.
3.
Tujuan Dibentuknya ASEAN
a) Mempercepat perumbuhan ekonomi dan
kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di Asia Tenggara melalui
usaha-usaha bersama dalam semnagat kebersamaan, persamaan, persahabatan untuk
memperkuat pondasi bagi kesejahteraan dan terciptanya masyarakat damai di
kawasan asia Tenggara.
b) Untuk meningkatkan perdamaian dan
stabilatas regional di Asia Tenggara dengan jalan menghormati keadilan dan
tertib hukum di dalam hubungan-hubungan antara negara-negara di kawasan Asia
tenggara serta mematuhi prinsip-prinsip yang tertuang dalam piagam PBB.
c) Memajukan kerja sam aktif dan tukar
menukar bantuan antara negara anggota dalam bidang ekonomi, sosial, kebudayaan,
teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi.
d) Menyediakan bantuan bagi
masing-masing anggota dalam bentuk latihan dan penelitian dalam bidang
pendidikan, teknik, dan profesi juga dalam lapangan administrasi.
e) Mengadakan kerja sama dalam bidang
pertania, industri, perdagangan, pengangkuta, dan komunikasi serta berusaha
untu meningkatkan standart hidup masyarakat.
f) Memajukan studi tentang Asia tenggara.
g)
Memelihara dan meningkatkan kerja sama dengan organisasi regional dan
internasional yang telah ada dan untuk menjaga segala kemungkinan untuk saling
bekerjasama secara lebih erat diantara mereka sendiri yang bermanfaat bagi
negara-negara anggota ASEAN.
Dari pokok-pokok yang terdapat dalam
Deklarasi Bangkok ini, jelaslah bahwa ASEAN merupakan organisasi kerja sama
regional yang bersifat non-politik dan non-militer. Hafnita ( 2013 : 166-167).
4.
Struktur Sekretariat ASEAN
Sekretariat ASEAN mulai
berfunsi secara resmi pada tanggal 7 Juni 1976. Seketariat ASEAN diketahui oleh
seorang Sekretaris Jenderal yang di angkat oleh para Menlu ASEAN secara
bergilir untuk masa jabatan 2 tahun. Calon sekretaris jenderal diusulkan oleh
salah satu negara anggota untuk periode tertentu.
Sekretaris Jenderal
ASEAN di bantu oleh Staf Regional dan Staf Local untuk melaksanakan tugas-tugas
yang dibebankan oleh sidang para menlu ASEAN. Dalam tugasnya sehari-hari
sekretaris jenderal dibantu oleh staf sekretaris yang terdiri dari 7 orang yang
diambil dari kelima negara ASEAN. Mereka terdiri dari 3 Direktur biro yaitu,
diantaranya :
1. Direktur
biro ekonomi
2. Direktur
biro ilmu pengetahuan dan teknologi
3. Direktur
biro sosial budaya
Sedangkan
4 lainnya adalah jabatan untuk bidang-bidang:
1. Hubungan
perdagangan dan ekonomi luar negeri
2. Administrasi
3. Penerangan
4. Pembantu
kepada sekretaris jenderal.
BAB
III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Pada tanggal 5 Agustus 1967 sampai
dengan 8 Agustus 1967 lima negara dari Negara asia Tenggara yaitu Indonesia,
Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand mengadakan pertemuan (konferensi)
di Bangkok konferensi tersebut menghasilkan suatu persetujuan yang disebut
persetujuan Bangkok tanggal 8 Agustus 1967. Persetujuan Bangkok tanggal 8
Agustus 1967 tersebut bertujuan membentuk organisasi kerja sama
antarnegara-negara Asia Tenggara yang tidak bersifat politis dan militer.
2. Saran
Sebaiknya penulis banyak menggunakan
referensi agar hasil tulisannya lebih jelas arah dan tujuannya.
Daftar pustaka
Wiharyanto,
A Kardiyat. Sejarah Asia Tenggara. SDU Press. Yogyakarta.. 2012
Dewi Lubis. Sejarah Asia Tenggara. Unimed Press.
Medan. 2013
Gunawan,
Rudy. Sejarah asia tenggara. Alfabeta. Bandung. 2015
No comments:
Post a Comment