Sunday, April 21, 2019

pembentukan ASEAN



PEMBENTUKAN ASEAN
Nama kelompok :
Fitri Nur Indah Sari
Nabilatul Hasanah
Pebrintina Herawati Fransiska Simarmata
Tesalonika Putri Eklesia Tarigan
Kelas: B Reguler 2016
LOGO UNIKMED FIS.jpg

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017




KATA PENGANTAR
                  Segala puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nafas kehidupan kepada penulis dan telah menolong hambaNya menyelesaikan Mini Riset ini yang berjudul “Pembentukan ASEAN” dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolonganNya mungkin penulis tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Dan tidak lupa ucapan terima kasih kepada bapak arfan diansyah sebagai dosen pengampu yang telah memberikan tugas ini kepada penulis, sebagai pelatihan dan penambahan wawasan, serta berbagai pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan tugas ini dengan baik.
            Adapun mini riset ini disusun untuk memenuhi salah satu mata kuliah sejarah asia tenggara , yang mana materi yang saya bahas  berdasarkan apa yang diketahui penulis dan mungkin dalam penyususnannya masih kurang tepat.
                  Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih atas perhatiannya terhadap Mini Riset ini . Penulis berharap semoga Mini riset ini bermanfaat bagi diri penulis dan kepada para pembaca. Penulis yakin bahwa Mini Riset  ini masih jauh dari kesempurnaan , kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis mohon maaf atas segala keterbatasan, kekurangan dan kesalahan penulis dalam penyusunannya.

Medan, November  2017

Penulis


DAFTAR ISI
Kata Pengantar .............................................................................................. i
Daftar isi........................................................................................................ ii
BAB I Bagian Awal ..................................................................................... 1
.....  a. Latar belakang ................................................................................... 1
.....  b. Metodologi penulisan ........................................................................ 1
BAB II Pembahasan..................................................................................... 2
..... a. Awal Terbentuknya ASEAN.............................................................. 2
b. Latar Belakang Terbentuknya ASEAN.............................................. 3
c. Tujuan Dibentuknya ASEAN............................................................. 4
BAB III Penutup.......................................................................................... 7
 a. Kesimpulan......................................................................................... 7
 b. Saran .................................................................................................. 7

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
            Salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok negara dalam wilayah tertentu biasa disebut kerja sama regional, salah satu bentuk kerja sama itu ialah ASEAN. ASEAN adalah satu perkumpulan negara-negara di kawasan Asia tenggara yang saling bekerja sama.

B.     Metodologi penulisan
Pengumpulan data yang sayan lakukan dalam membuat penulisan ini yaitu dengan studi pustaka, dimana saya mengambil beberapa judul buku yang berkenaan dengan materi yang akan saya tulis.



BAB II
PEMBAHASAN
Pembentukan ASEAN
1)      Awal Terbentuknya ASEAN
                              (Gunawan, 2013 : 147 ) pada tanggal 5 Agustus 1967 sampai dengan 8 Agustus 1967 lima negara dari Negara asia Tenggara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand mengadakan pertemuan (konferensi) di Bangkok konferensi tersebut menghasilkan suatu persetujuan yang disebut persetujuan Bangkok tanggal 8 Agustus 1967. Persetujuan Bangkok tanggal 8 Agustus 1967 tersebut bertujuan membentuk organisasi kerja sama antarnegara-negara Asia Tenggara yang tidak bersifat politis dan militer. Organisasi kerja sam itu disebut ASEAN singkatan dari Association of South East Asian Nations yang artinya “Perhimpunan Banngsa-Bangsa Asia Tenggara” persetujuan Bangkok ini ditandatangani oleh lima menteri luar negeri dan negara peserta konferensi, yaitu :
a)      H. Adam Malik, Menteri Luar Negeri, Negara Indonesia
b)      Tun Abdul Razak, Menteri Luar Negeri, Negara Malaysia
c)      S. Rajaratnam, Menteri Luar Negeri, Negara Singapura
d)     Narsisco Ramos, Menteri Luar Negeri, Negara Filipina
e)      Thanat Khoman, Menteri Luar Negeri, Negara Thailand

Isi deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:
a)      Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan stabilitas regional.
b)      Meningkatkan perdamian dan stabilitas regional.
c)      Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, politik, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
d)     Memelihara kerja sama yang erta di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada.
e)      Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan,dan penelitiandi kawasan Asia Tenggara.
Brunei darusslam menjadi anggota pertama ASEAN di luar ima negara pemkarsa. Brunei darusslam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekaannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar, dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, satu tahun kemudian kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998. Setelah kesemua negera di Asia Tenggara bergabung dalam wadah ASEAN, sebuah negara kecil di tenggara Indonesia yang tak lain dan tak bukan juga pecahan dari Indonesia yaitu Timor Leste memutuskan untuk ikut bergabung menjadi anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara, meskipun keanggotaannya belum dipenuhi.
(Wiharyanto, 2012 : 202) Sebelum ASEAN berdiri, di Asia tenggara sudah ada organisasi-organisasi regional. Pada awal tahun 1954 telah muncul Organisasi Pakta Asia Tenggara (SEATO), namun negara-negara di Asia Tenggara yang terlibat baru Thailand dan Filipina. Pada tanggal 31 Juli 1961 lahir Asia Tenggara (ASA) yang melibatkan Malaya, Filipina, dan Muangthai, dalam rangka untuk mendorong kerja sama ekonomi dan budaya.
ASA tidak berkembang karena perseteruan di antara negara-negara anggota. Filipina mengaku memiliki Sabah di tahun 1962 yang akhirnya mematikan embrio dan asosiasi ini (Wiharyanto dalam M.Rajendran, 1985 : 15). Asosiasi lainnya dikenal sebagai Maphilindo (Malaya, Filipina, dan Indonesia) dibentuk pada awal bulan Agustus 1963, tetapi pecah ketika Indonesia melancarkan konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1964 (Wiharyanto dalam J.A.C. Mackie, 1974 : 165), dan kemudian muncul ASEAN (1967) yang dapat mewadahi tujuan-tujuan ASA dan Maphilindo.
2)      Latar Belakang Terbentuknya ASEAN
ASEAN merupakan kerja sama negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang dibentuk berdasarkan Deklarasi Bangkok 8 agustus 1967. Pembentukan ASEAN didasarkan pada persamaan sejarah, persamaan nasib dan persamaan kebudayaan diantara negara-negara di kawasan asia Tenggara dan tak kalah pentingnya adalah letak persamaan geogarafisnya.
a)      Persamaan Letak Geografisnya.
Wilayah Asia Tenggara terletak dilingkungan geografis yang sama, yaitu terletak antara Benua Asia dan benua Australia dan antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, berdasarkan hal ini maka dapat dikatakan bahawa Asia Tenggara merupakan suatu kawasan regional, yaitu jazirah Asia tenggara dangkalan sunda.
b)      Persamaan dasar-dasar kebudayaan.
Kebudayaan dan bahasa Melayu-Austronesia merupakan dasar kehidupan dan ppergaulan bengsa-bangsa diwilayah Asia Tenggara mempunyai dasar-dasar budaya yang sama. Sebagian besar kebudayaan bangsa-bangsa Asia tenggara menunjukkan ciri yang sama diantaranya : penduduk yang hidup bercocok tanam padi (sawah atau huma), rumah-rumah tradisional mereka dibuat berbentuk rumah panggung, bentuk kapal dan perahu bercadik atau bersayap.

c)      Persamaan Sejarah
Negara-negara di kawasan Asia tenggara telah mengalami nasib yang sama, yaitu menjadi daerah jajahan, Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, merupakan daerah jajahan bangsa Eropa dan Amerika, Muang Thai yang secara fisik tidak pernah dijajah pun sebenernya mengalami nasib yang sama dengan Indonesia, Malaysia atau negara lain, karena Muang Thai menjadi daerah pertemuan penagruh Prancis dan Inggris.
d)     Persamaan Kepentingan
Persamaan kepentingan merupakan dasar utama terbentuknya suatu kerjasama antar bangsa, begitu juga dengan Asia Tenggara sebagai suatu organisasi kerjasama regional Asia Tenggara. Bangsa-bangsa di Asia Tenggara merasakan adanya kepentingan bersamaan dalam memasarkan hasil-hasil tambang dan pertanian mereka sehingga perlunya dibentuk wadah kerjasama antar bnagsa bsemaki penting.

3. Tujuan Dibentuknya ASEAN
a) Mempercepat perumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di Asia Tenggara melalui usaha-usaha bersama dalam semnagat kebersamaan, persamaan, persahabatan untuk memperkuat pondasi bagi kesejahteraan dan terciptanya masyarakat damai di kawasan asia Tenggara.
b) Untuk meningkatkan perdamaian dan stabilatas regional di Asia Tenggara dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan-hubungan antara negara-negara di kawasan Asia tenggara serta mematuhi prinsip-prinsip yang tertuang dalam piagam PBB.
c) Memajukan kerja sam aktif dan tukar menukar bantuan antara negara anggota dalam bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi.
d) Menyediakan bantuan bagi masing-masing anggota dalam bentuk latihan dan penelitian dalam bidang pendidikan, teknik, dan profesi juga dalam lapangan administrasi.
e) Mengadakan kerja sama dalam bidang pertania, industri, perdagangan, pengangkuta, dan komunikasi serta berusaha untu meningkatkan standart hidup masyarakat.
f)  Memajukan studi tentang Asia tenggara.
g)  Memelihara dan meningkatkan kerja sama dengan organisasi regional dan internasional yang telah ada dan untuk menjaga segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara lebih erat diantara mereka sendiri yang bermanfaat bagi negara-negara anggota ASEAN.
Dari pokok-pokok yang terdapat dalam Deklarasi Bangkok ini, jelaslah bahwa ASEAN merupakan organisasi kerja sama regional yang bersifat non-politik dan non-militer. Hafnita ( 2013 : 166-167).

4.  Struktur Sekretariat ASEAN
                        Sekretariat ASEAN mulai berfunsi secara resmi pada tanggal 7 Juni 1976. Seketariat ASEAN diketahui oleh seorang Sekretaris Jenderal yang di angkat oleh para Menlu ASEAN secara bergilir untuk masa jabatan 2 tahun. Calon sekretaris jenderal diusulkan oleh salah satu negara anggota untuk periode tertentu.
                        Sekretaris Jenderal ASEAN di bantu oleh Staf Regional dan Staf Local untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan oleh sidang para menlu ASEAN. Dalam tugasnya sehari-hari sekretaris jenderal dibantu oleh staf sekretaris yang terdiri dari 7 orang yang diambil dari kelima negara ASEAN. Mereka terdiri dari 3 Direktur biro yaitu, diantaranya :
1.      Direktur biro ekonomi
2.      Direktur biro ilmu pengetahuan dan teknologi
3.      Direktur biro sosial budaya
Sedangkan 4 lainnya adalah jabatan untuk bidang-bidang:
1.      Hubungan perdagangan dan ekonomi luar negeri
2.      Administrasi
3.      Penerangan
4.      Pembantu kepada sekretaris jenderal.

BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Pada tanggal 5 Agustus 1967 sampai dengan 8 Agustus 1967 lima negara dari Negara asia Tenggara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand mengadakan pertemuan (konferensi) di Bangkok konferensi tersebut menghasilkan suatu persetujuan yang disebut persetujuan Bangkok tanggal 8 Agustus 1967. Persetujuan Bangkok tanggal 8 Agustus 1967 tersebut bertujuan membentuk organisasi kerja sama antarnegara-negara Asia Tenggara yang tidak bersifat politis dan militer.
2.      Saran
Sebaiknya penulis banyak menggunakan referensi agar hasil tulisannya lebih jelas arah dan tujuannya.


Daftar pustaka
Wiharyanto, A Kardiyat. Sejarah Asia Tenggara. SDU Press. Yogyakarta.. 2012
Dewi  Lubis. Sejarah Asia Tenggara. Unimed Press. Medan. 2013
Gunawan, Rudy. Sejarah asia tenggara. Alfabeta. Bandung. 2015

No comments:

Post a Comment